Wajah-Mu Di Mana-Mana

Karya: Norgadis Labuan


Bagaimana aku harus berani
sedangkan wajah-Mu
ada di mana-mana
ada di setiap pejamku
ada di setiap celikku.

Kuselami dasar laut
wajah-Mu tetap ada
kutembusi perut bumi
wajah-Mu tetap ada
kulari ke hujung dunia
wajah-Mu tetap juga ada.

Bagaimana aku harus berani
saat kusebut nama-Mu
bergetar seluruh jasadku
saat terpancar nur-Mu
terasa hancur berkecai tubuhku.

Maha suci Allah
seru sekelian alam.


(ANTOLOGI PUISI ANJUNG SERINDAI 2012)


Taubatku

Karya: Norgadis Labuan

Ya Allah
Ramadhan ini
aku datang kepada-Mu
bersama langkah
yang tiada daya dan upaya
yang tiada kekuatan
melainkan pertolongan-Mu

Ya Allah
Ramadhan ini
temanilah aku
dalam perjalanan ini
jagalah aku dan keluargaku
sesungguhnya aku memohon
keredhaan dan keberkatan-Mu
disetiap langkah kakiku

Ya Rabbi
Ramadhan ini
lindungilah aku dengan kalimah-Mu
sucikanlah hatiku dengan kata-kata-Mu
ampunilah segala dosa-dosaku
jauhilah aku dari azab-Mu
terimalah permohonan taubatku
di Ramadhan ini
kerana Kau maha pengampun
lagi maha penyayang
  
Maha suci Allah
yang mempunyai kemuliaan
dan kebesaran
hanya kepada-Mu tempatku mengadu

dan hanya kepada-Mu tempatku berharap.


Tersiar di RTM Labuan FM 27 Julai 2012

MASIH BOLEH BERSAMA


Karya:  Norgadis Labuan

Masih lagi kuingat
sewaktu kita berjuang
menerokai tempat ini bersama
membersih hutan belukar
agar menjadi kebun kebahagian
pembayar keletihan kita
pengubat luka yang tercalar.

Masih lagi kuingat
saat kita menyatukan anak-anak kita
di mahligai kayangan.
hasrat kita ditentang habis-habisan
kerana perbezaan
agama, bangsa dan kepercayaan.

Masih lagi kuingat
tika kita dicaci hina dan dibenci.
kita dipulaukan dan dihalau
dan akhirnya,
kita merantau bersama
sehingga sampai di pulau impian.

Masih lagi kuingat
dengan rasa susah payah
kita bangun bersama
dan mencipta sejarah
bahawa kita,

Masih boleh bersama
sebumbung
setanah
sepulau kasih
dalam erti kata
perpaduan.


Tersiar Labuan FM 9 Mac 2012



3 APRIL INI


Karya: Norgadis Labuan

Dalam pelarian waktu yang singkat ini
dan dikala mentari beradu di kaki langit
dan dikala usiaku yang semakin singkat
mampukah aku menganyam semangat
untuk kuhampar tikar harapan
agar aku terus bisa memeluk puteri-puteriku
dan mengucup mesra tangan suamiku
sebelum aku dibungkus rapi
dengan selendang putih peneman diri

3 april ini
kulakarkan sebuah puisi
bukan sebagai hamba seni
bukan jua meminta simpati
namun
aku kini mula sedar dari kealpaan
setelah cuba menelaah diri
bertapa rentetan perjalanan  hidup
mula menghimpit bersama dosa-dosa lalu
sakit dan perit
bagai luka berdarah merah

Dalam pelarian waktu yang singkat ini
masih adakah ruang untukku
menghimpun indahnya zikrullah
melagukan ayat-ayat suci-Mu
menggengam mahligai iman
bersama kejernihan air mata taubatku
sebagai pengiring menyahut seruan-Mu.




03 April 2011
12.39 pagi

BICARA BAHASA

Karya: Norgadis Labuan

Ingin kuberkata
meski hanya dalam sajakku
ingin kuberbicara
walau hanya dalam puisiku
inginku kubersuara agar bahasa kekal berdaulat
inginku berjuang mempertahankan kemuliaan bahasa
agar tiada anasir menghina, mencabar dan menghancur
kesucian bahasa yang murni.

Kini remaja tak kenal bahasa
kini si ibu lupa bahasa
kini si bapa malu berbahasa
jangan sampai kotaku hilang bahasa.

Ingin kulihat anak muda fasih berbahasa
ingin kupandang mesyarakat cintakan bahasa
ingin kunikmati perpaduan kerana bahasa
ingin kurasa bahasa jiwa bangsa
mengharum kembali segemilang sejarah melayu.


Tersiar Di WADAH Jun 2011

AKHIRNYA KAU PERGI JUA

Andainya kau masih disisi
inginku labuhkan bahtera
agar aku bisa berdayung bersama
dan dibuai gelora cinta tak bertepi.

Andainya kau masih disisi
inginku terbang ke langit
agar aku bisa menikmati indahnya kayangan
sambil bersanding di istana Mahkota.

Andainya kau masih disisi
inginku mengembara melihat keindahan alam
agar kita bertambah mesra
sambil menatap dan mengusap lembut wajahmu.

Tapi sayang...
akhirnya kau pergi jua
meninggalkan aku sendiri di kamar sepi
menangisi kepergianmu tanpa relaku
namun disudut hatiku
aku masih lagi menyayangimu aduhai laptop acerku.

15/09/2010

Saat Aku Jadi Pengantin

Karya: Norgadis Labuan

Saat aku jadi pengantin,
aku dimandikan seluruh tubuh,
aku digosok mesra sebersih-bersihnya,
aku disucikan sesuci sucinya.

Saat aku jadi pengantin,
aku dipakaikan gaun putih,
gaun putih yang penuh dengan wangian,
berlapis-lapis dengan sempurna.

Saat aku jadi pengantin,
aku dimahkotakan dikepala,
aku berkalung dibadan,
dan aku bergelang kaki.

Saat aku jadi pengantin,
aku diusung dan diarak menuju pelamin,
pelamin tempat aku beradu,
beradu bersama pasanganku.

Saat aku jadi pengantin,
saudara mara, jiran tetangga, sahabat handai,
menghantar aku buat kali terakhir,
bersama wajah yang pelbagai,
tenang, sabar, ikhlas, duka, sayu, kecewa dan tangis,
penuh warna warni.

Saat aku jadi pengantin,
aku menunggu penuh debar,
pabila kadi liang lahat,
berjabat mesra dengan pasanganku,
yang disaksikan tiang-tiang nisan,
penuh makna dan rahsia.


TINTA 2009 SMK MUTIARA

MISTERI AIDILFITRI

Karya: Norgadis Labuan

Sayup kedengaran suara takbir dipagi hari
tanda ramadhan ditinggal pergi
lantas syawal menyapa diri
diiringi gema mendayu mengusik hati.

Aidilfitri kini disambut ceria
Seluruh pelusuk desa cukup gembira
tanda kemenangan sebulan kita berpuasa
mengikat diri dari segala dosa.

Riang hatiku tidak terkira
pulang ke desa kampung tercinta
tak sabar hati bertemu bonda
bertahun lamanya tidak berjumpa.

Saat syawal menjelma kini
nostalgia Aidilfitri tersimpan misteri
mengamit memori didalam diri
ada yang pergi tidak kembali.

Dalam keriangan dipagi ini
ada kesedihan menghempas diri
pabila bonda tidak kutemui
hanya pusara menyambutku kembali.

Hari lebaran hari gembira
namun hatiku tersemat duka
perginya bonda kupanjatkan doa
agar dirinya aman dan bahagia
disisi Allah yang maha kuasa.


September 2009
RTM Labuan FM