Karya: Norgadis Labuan
Ingin kuberkata
meski hanya dalam sajakku
ingin kuberbicara
walau hanya dalam puisiku
inginku kubersuara agar bahasa kekal berdaulat
inginku berjuang mempertahankan kemuliaan bahasa
agar tiada anasir menghina, mencabar dan menghancur
kesucian bahasa yang murni.
Kini remaja tak kenal bahasa
kini si ibu lupa bahasa
kini si bapa malu berbahasa
jangan sampai kotaku hilang bahasa.
Ingin kulihat anak muda fasih berbahasa
ingin kupandang mesyarakat cintakan bahasa
ingin kunikmati perpaduan kerana bahasa
ingin kurasa bahasa jiwa bangsa
mengharum kembali segemilang sejarah melayu.
Tersiar Di WADAH Jun 2011
AKHIRNYA KAU PERGI JUA
Andainya kau masih disisi
inginku labuhkan bahtera
agar aku bisa berdayung bersama
dan dibuai gelora cinta tak bertepi.
Andainya kau masih disisi
inginku terbang ke langit
agar aku bisa menikmati indahnya kayangan
sambil bersanding di istana Mahkota.
Andainya kau masih disisi
inginku mengembara melihat keindahan alam
agar kita bertambah mesra
sambil menatap dan mengusap lembut wajahmu.
Tapi sayang...
akhirnya kau pergi jua
meninggalkan aku sendiri di kamar sepi
menangisi kepergianmu tanpa relaku
namun disudut hatiku
aku masih lagi menyayangimu aduhai laptop acerku.
15/09/2010
inginku labuhkan bahtera
agar aku bisa berdayung bersama
dan dibuai gelora cinta tak bertepi.
Andainya kau masih disisi
inginku terbang ke langit
agar aku bisa menikmati indahnya kayangan
sambil bersanding di istana Mahkota.
Andainya kau masih disisi
inginku mengembara melihat keindahan alam
agar kita bertambah mesra
sambil menatap dan mengusap lembut wajahmu.
Tapi sayang...
akhirnya kau pergi jua
meninggalkan aku sendiri di kamar sepi
menangisi kepergianmu tanpa relaku
namun disudut hatiku
aku masih lagi menyayangimu aduhai laptop acerku.
15/09/2010
Saat Aku Jadi Pengantin
Karya: Norgadis Labuan
Saat aku jadi pengantin,
aku dimandikan seluruh tubuh,
aku digosok mesra sebersih-bersihnya,
aku disucikan sesuci sucinya.
Saat aku jadi pengantin,
aku dipakaikan gaun putih,
gaun putih yang penuh dengan wangian,
berlapis-lapis dengan sempurna.
Saat aku jadi pengantin,
aku dimahkotakan dikepala,
aku berkalung dibadan,
dan aku bergelang kaki.
Saat aku jadi pengantin,
aku diusung dan diarak menuju pelamin,
pelamin tempat aku beradu,
beradu bersama pasanganku.
Saat aku jadi pengantin,
saudara mara, jiran tetangga, sahabat handai,
menghantar aku buat kali terakhir,
bersama wajah yang pelbagai,
tenang, sabar, ikhlas, duka, sayu, kecewa dan tangis,
penuh warna warni.
Saat aku jadi pengantin,
aku menunggu penuh debar,
pabila kadi liang lahat,
berjabat mesra dengan pasanganku,
yang disaksikan tiang-tiang nisan,
penuh makna dan rahsia.
TINTA 2009 SMK MUTIARA
Saat aku jadi pengantin,
aku dimandikan seluruh tubuh,
aku digosok mesra sebersih-bersihnya,
aku disucikan sesuci sucinya.
Saat aku jadi pengantin,
aku dipakaikan gaun putih,
gaun putih yang penuh dengan wangian,
berlapis-lapis dengan sempurna.
Saat aku jadi pengantin,
aku dimahkotakan dikepala,
aku berkalung dibadan,
dan aku bergelang kaki.
Saat aku jadi pengantin,
aku diusung dan diarak menuju pelamin,
pelamin tempat aku beradu,
beradu bersama pasanganku.
Saat aku jadi pengantin,
saudara mara, jiran tetangga, sahabat handai,
menghantar aku buat kali terakhir,
bersama wajah yang pelbagai,
tenang, sabar, ikhlas, duka, sayu, kecewa dan tangis,
penuh warna warni.
Saat aku jadi pengantin,
aku menunggu penuh debar,
pabila kadi liang lahat,
berjabat mesra dengan pasanganku,
yang disaksikan tiang-tiang nisan,
penuh makna dan rahsia.
TINTA 2009 SMK MUTIARA
MISTERI AIDILFITRI
Karya: Norgadis Labuan
Sayup kedengaran suara takbir dipagi hari
tanda ramadhan ditinggal pergi
lantas syawal menyapa diri
diiringi gema mendayu mengusik hati.
Aidilfitri kini disambut ceria
Seluruh pelusuk desa cukup gembira
tanda kemenangan sebulan kita berpuasa
mengikat diri dari segala dosa.
Riang hatiku tidak terkira
pulang ke desa kampung tercinta
tak sabar hati bertemu bonda
bertahun lamanya tidak berjumpa.
Saat syawal menjelma kini
nostalgia Aidilfitri tersimpan misteri
mengamit memori didalam diri
ada yang pergi tidak kembali.
Dalam keriangan dipagi ini
ada kesedihan menghempas diri
pabila bonda tidak kutemui
hanya pusara menyambutku kembali.
Hari lebaran hari gembira
namun hatiku tersemat duka
perginya bonda kupanjatkan doa
agar dirinya aman dan bahagia
disisi Allah yang maha kuasa.
September 2009
RTM Labuan FM
Sepulau Sekasih Kita
Karya: Norgadis Labuan
Sepulau sekasih menjunjung cita
menungkah langit menjulang hajat
berkubu bertapak memacak adab
memagar pertualang pembunuh minda
semangat menjalar ke tulang sulbi
menghembus sepoi meremuk sengketa
kancah nestapa terlerai sudah.
Sekasih menjalin untaian maruah
dewasa diri memancar cahaya
sirna dendam hasad kesumat
menghempas hancur menepis duka
tersemat janji menghakis derita
bulat tekad terbelah tidak.
Kita bersama kerana cinta
subur mekar disimbah jasa
terimbau igauan mutiara rasa
bersatu mengumpul cebisan makna
terlakar wajah ikhlas semata
menyalur ibadah arah tujuan
redha Pencipta rahmat dipinta.
26 Feb 2009
10.55 malam
ANTOLOGI PUISI SEPULAU SEKASIH KITA 2009
RTM LABUAN FM 9 MAC 2012
Sepulau sekasih menjunjung cita
menungkah langit menjulang hajat
berkubu bertapak memacak adab
memagar pertualang pembunuh minda
semangat menjalar ke tulang sulbi
menghembus sepoi meremuk sengketa
kancah nestapa terlerai sudah.
Sekasih menjalin untaian maruah
dewasa diri memancar cahaya
sirna dendam hasad kesumat
menghempas hancur menepis duka
tersemat janji menghakis derita
bulat tekad terbelah tidak.
Kita bersama kerana cinta
subur mekar disimbah jasa
terimbau igauan mutiara rasa
bersatu mengumpul cebisan makna
terlakar wajah ikhlas semata
menyalur ibadah arah tujuan
redha Pencipta rahmat dipinta.
26 Feb 2009
10.55 malam
ANTOLOGI PUISI SEPULAU SEKASIH KITA 2009
RTM LABUAN FM 9 MAC 2012
Jubli Perak Labuan
Karya: Norgadis Labuan
Hari Wilayah kau datang lagi
mengimbau kenangan
saat kau bergelar Pulau Labuan
bersama jalan-jalan tanah kuning
menuju rumah-rumah kampung
dan dihiasi sekolah berdindingkan kayu
menuju ke Pekan Labuan
yang di temani bangunan lama
serta rumah kedai penghias pekan.
Hari Wilayah kau datang lagi
kali ini
membawa bersama jubli perak
25 tahun bergelar Wilayah
memancar bersama sinar harapan
membangun bersama kebanggaan rakyat
melahirkan anak-anak bistari
lantas menjadi tunggak negara
pemaju bangsa
dengan hiasan kemuncak harapan
disebalik ujudnya
Universiti, martikulasi dan sekolah bertaraf tinggi
menjadi tanda nama pembuka mata
mengangkat darjat wilayah Persekutuan Labuan
di pesana dunia
seiring dengan kedewasaannya.
Selamat menyambut Jubli Perak
Hari Wilayah Pesekutuan Labuan
Ke - 25 tahun.
ANTOLOGI PUISI SEPULAU SEKASIH KITA 2009
Hari Wilayah kau datang lagi
mengimbau kenangan
saat kau bergelar Pulau Labuan
bersama jalan-jalan tanah kuning
menuju rumah-rumah kampung
dan dihiasi sekolah berdindingkan kayu
menuju ke Pekan Labuan
yang di temani bangunan lama
serta rumah kedai penghias pekan.
Hari Wilayah kau datang lagi
kali ini
membawa bersama jubli perak
25 tahun bergelar Wilayah
memancar bersama sinar harapan
membangun bersama kebanggaan rakyat
melahirkan anak-anak bistari
lantas menjadi tunggak negara
pemaju bangsa
dengan hiasan kemuncak harapan
disebalik ujudnya
Universiti, martikulasi dan sekolah bertaraf tinggi
menjadi tanda nama pembuka mata
mengangkat darjat wilayah Persekutuan Labuan
di pesana dunia
seiring dengan kedewasaannya.
Selamat menyambut Jubli Perak
Hari Wilayah Pesekutuan Labuan
Ke - 25 tahun.
ANTOLOGI PUISI SEPULAU SEKASIH KITA 2009
Doa Seorang Ibu
Karya: Norgadis Labuan
Kala kulihat kedegilan anak-anakku
Wajahku basah dengan linangan air mata
Menahan marah dalam kesabaran
Menahan benci dalam keimanan
Namun aku insaf
dan hatiku berkata
wahai cahayamataku
aku ampunkan dosa kalian terhadapku
aku halalkan semua pemberianku
semoga kalian menjadi insan yang bersyukur.
Kalaku pandang karenah anak-anakku membesar
Ada ketikanya sabarku hilang
namun
pabila maha pencipta berkata
sesungguhnya Syurga itu dibawah telapak kakimu
aku gementar
lantas ku menangis dan berdoa
Ya Allah ampunkanlah semua dosa-dosa anak-anakku
Tunjukkanlah mereka ke jalan yang benar
Dan terimalah mereka masuk ke dalam Syurga-Mu.
10.01.2009 Sabtu
ANTOLOGI PUISI SEPULAU SEKASIH KITA 2009
Kala kulihat kedegilan anak-anakku
Wajahku basah dengan linangan air mata
Menahan marah dalam kesabaran
Menahan benci dalam keimanan
Namun aku insaf
dan hatiku berkata
wahai cahayamataku
aku ampunkan dosa kalian terhadapku
aku halalkan semua pemberianku
semoga kalian menjadi insan yang bersyukur.
Kalaku pandang karenah anak-anakku membesar
Ada ketikanya sabarku hilang
namun
pabila maha pencipta berkata
sesungguhnya Syurga itu dibawah telapak kakimu
aku gementar
lantas ku menangis dan berdoa
Ya Allah ampunkanlah semua dosa-dosa anak-anakku
Tunjukkanlah mereka ke jalan yang benar
Dan terimalah mereka masuk ke dalam Syurga-Mu.
10.01.2009 Sabtu
ANTOLOGI PUISI SEPULAU SEKASIH KITA 2009
Ibu
Karya: Norgadis Labuan
Ketika kurenung saat lena ibuku
matanya yang terpejam itu
dan bibirnya yang bagai tersenyum itu
memanggil kenangan saat ibu terjaga.
Ibu membebel bising
tika mengejutkan ku
kerana malas bangun bersolat subuh
ibu membebel geram
kerana aku belum mandi pagi
sedangkan hari semakin cerah
ibu membebel separuh marah
kerana aku masih lagi menghadap komputer
sedangkan bas sekolah hampir tiba.
Aku masih ingat lagi
saat ibu marah-marah
kerana aku malas belajar
sedangkan peperiksaan sudah bermula
aku masih ingat lagi
saat ibu tidak membenarkan menyentuh komputer
kerana aku chat dengan kawan sampai pagi
aku masih ingat lagi
saat ibu rampas telefon bimbitku
kerana bil hampir satu ribu.
Tika ini kurenung ibu
ibu terus lena
matanya yang terpejam itu
akan terus terpejam
bibirnya yang bagaikan tersenyum itu
tidak akan membebel lagi
kerana ibu akan dibuai lena yang panjang
bersama mimpi indah-indah
dan meninggalkan aku yang masih jaga.
Ibu
aku rindu padamu
saat kau memelukku
dan mengusap rambutku
kerana aku dalam kesedihan
aku rindu padamu
saat kau memberi penawar
sewaktu ku sakit demam
aku rindu padamu
saat kau menanamkan kata semangat
sewaktuku putus cinta.
Ibu
maafkan aku
kerana belum sempat
membahagiakanmu
maafkan aku ibu.
23 dis 2008
ANTOLOGI PUISI SEPULAU SEKASIH KITA 2009
RTM LABUAN FM 9 MAC 2012
Ketika kurenung saat lena ibuku
matanya yang terpejam itu
dan bibirnya yang bagai tersenyum itu
memanggil kenangan saat ibu terjaga.
Ibu membebel bising
tika mengejutkan ku
kerana malas bangun bersolat subuh
ibu membebel geram
kerana aku belum mandi pagi
sedangkan hari semakin cerah
ibu membebel separuh marah
kerana aku masih lagi menghadap komputer
sedangkan bas sekolah hampir tiba.
Aku masih ingat lagi
saat ibu marah-marah
kerana aku malas belajar
sedangkan peperiksaan sudah bermula
aku masih ingat lagi
saat ibu tidak membenarkan menyentuh komputer
kerana aku chat dengan kawan sampai pagi
aku masih ingat lagi
saat ibu rampas telefon bimbitku
kerana bil hampir satu ribu.
Tika ini kurenung ibu
ibu terus lena
matanya yang terpejam itu
akan terus terpejam
bibirnya yang bagaikan tersenyum itu
tidak akan membebel lagi
kerana ibu akan dibuai lena yang panjang
bersama mimpi indah-indah
dan meninggalkan aku yang masih jaga.
Ibu
aku rindu padamu
saat kau memelukku
dan mengusap rambutku
kerana aku dalam kesedihan
aku rindu padamu
saat kau memberi penawar
sewaktu ku sakit demam
aku rindu padamu
saat kau menanamkan kata semangat
sewaktuku putus cinta.
Ibu
maafkan aku
kerana belum sempat
membahagiakanmu
maafkan aku ibu.
23 dis 2008
ANTOLOGI PUISI SEPULAU SEKASIH KITA 2009
RTM LABUAN FM 9 MAC 2012
Langgan:
Catatan (Atom)